Kamis, 13 Desember 2012

SADARI Kanker Payudara

Diposting oleh Fildzah Ghaisani di 06.18 0 komentar

SADARI

Kanker memang tak gampang diobati, tapi bukan tak mungkin memberantasnya sampai tuntas, terutama kalau masih dalam tahap dini. Penyakit kanker selain timbul karena pola hidup yang tak sehat, kanker merupakan penyakit genetika. Jadi ga usah khawatir buat siapapun yang ga punya riwayat kanker. Tapi tetep harus waspada juga loh.
Karena itu deteksi dini kanker sangatlah perlu. Kita dapat melakukannya sendiri di rumah melalui SADARI (periksa payudara sendiri) sebulan sekali.
Tapi jangan lakukan kalau sedang mens, tunggulah beberapa hari setelah selesai.

Caranya mudah :

1. Berdiri tegak di depan cermin dengan tangan tergantung lepas. Perhatikan ukuran, bentuk dan warna payudara.
Apakah bentuk dan ukurannya kanan dan kiri simetris?
Apakah bentuknya membesar/mengeras?
Apakah arah putingnya lurus ke depan? Atau berubah arah?
Apakah putingnya tertarik ke dalam?
Apakah puting/kulitnya ada yang lecet?
Apakah kulitnya tampak kemerahan? Kebiruan? Kehitaman?
Apakah kulitnya tampak menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk)?
Apakah permukaan kulitnya mulus, tidak tampak adanya kerutan/cekungan?

2. Pijat
Dengan kedua belah tangan, secara lembut pijat payudara dari tepi hingga ke puting, untuk untuk mengetahui ada-tidaknya cairan yang keluar dari puting susu (seharusnya tidak ada, kecuali Anda sedang menyusui).

3. Raba
Berbaringlah di atas tempat tidur untuk memeriksa payudara satu demi satu.
Gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan untuk meraba payudara. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar (seperti membuat lingkaran kecil-kecil), mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari tepi payudara sampai puting susu. 


Bila dalam pemeriksaan payudara sendiri ini Anda menemukan suatu kelainan (misal benjolan, sekecil apa pun), segera periksakan ke dokter. Jangan takut dan jangan tunda lagi.
Source: http://rumahkanker.com/

Senin, 25 Juni 2012

Bila Al-Qur'an bisa Bicara

Diposting oleh Fildzah Ghaisani di 03.47 0 komentar
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku

Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu?
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya 
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa 
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan 
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian 
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu, pagi-pagi. surat-surat yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.

Sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi engkau baca koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang, engkau sempatkan membaca buku karangan manusia 
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa,
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan.

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka suratku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu, aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya 
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu
Setiap saat berlalu, kuranglah jatah umurmu
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati
Di kuburmu nanti
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi! bacalah kembali aku setiap hari!
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui 
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu!
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali!
Baca dan pelajari lagi aku!
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri
Dalam bisu dan sepi
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Kamis, 31 Mei 2012

Kajian Keislaman : BERDO'ALAH MESKI DOSAMU SEBANYAK BUIH DILAUTAN

Diposting oleh Fildzah Ghaisani di 01.23 0 komentar
Rangkuman :
 
Sepertiga malam adalah waktu yang paling baik untuk berdoa sebanyak-banyaknya. Rasulullah Saw. bersabda, “Tuhan kita Yang Maha Suci dan Maha Tinggi akan turun pada setiap malam ke langit dunia ini (yaitu) pada sepertiga malam yang terakhir, kemudian ia akan berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkan (doa)nya dalam setiap malam. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan memberikan kepadanya. Dan, barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya’ .” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Berdoalah, berdoalah, berdoalah! Insya Allah doamu akan didengar dan dikabulkan meskipun dosa-dosamu sebanyak buih dilautan. Yang mesti engkau lakukan adalah bertaubat dan memperbanyak istighfar sebelum berdoa. Karena dengan cara itulah dosa-dosamu — meskipun mungkin tidak semua — sedikit demi sedikit terkikis. 
Oleh karena itu, janganlah engkau khawatir doamu tidak dikabulkan karena setan pun tidak khawatir jika doanya tidak dikabulkan. Buktinya toh Allah mengabulkan keinginan Iblis untuk menggoda manusia hingga akhir zaman. Sufyan bin Uyainah berkata, “Janganlah engkau merasa khawatir Allah tidak akan mengabulkan doamu hanya karena engkau mengetahui bahwa dalam dirimu terdapat kejahatan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Swt. telah mengabulkan permintaan makhluk yang terjahat, yaitu Iblis ketika ia berkata: ‘…beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan’ . (QS. al-A’raf: 14), kemudian Allah mengabulkan permintaannya. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh’. (QS. al-A’raf: 15).”  
Sedangkan engkau? Dosa-dosamu tidak lebih banyak dari Iblis, tetapi mengapa engkau malu? Mengapa engkau merasa minder untuk berdoa kepada-Nya, sedangkan Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? 
Jangan terjebak pada rayuan setan yang mengatakan, “Malulah kamu, sudah banyak dosa tapi tetap saja berdoa kepada-Nya!” Itu bohong! Karena, doa itu 100% baik bagimu. Kamu tidak diminta malu dalam berdoa. Justru Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang berdoa, dan Allah sangat murka dengan hamba-Nya yang enggan berdoa. Singkirkanlah rasa malumu dan mulailah berdoa, “Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. ..Ya Allah berikanlah aku rezeki…Ya Allah kuatkanlah imanku…Ya Allah berilah aku petunjuk…Ya Allah perbaikilah akhlakku…” 
Tgl Kegiatan : 2012-03-01
Status          : Aktif  
Pemateri      : ismuhafamily-Kajian

Selasa, 08 Mei 2012

Some Motivation :)

Diposting oleh Fildzah Ghaisani di 21.56 0 komentar

  • Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah hidup itu sendiri. (John Dewey)
  • Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)
  • Jangan pernah membanting pintu, siapa tahu kita harus kembali. (Don Herold)
  • Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. ( Ali bin Abi Thalib)
  • Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan. (Franklin D Roosevelt)

Sabtu, 25 Februari 2012

"Hukum Pacaran Dalam Islam"

Diposting oleh Fildzah Ghaisani di 19.24 0 komentar

Pacaran ? Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama bagi setiap orang dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Istilah pacaran, mungkin dikalangan para remaja sudah tidak asing lagi. Tak banyak dari remaja masa kini yang menganggap pacaran adalah hal yang wajar-wajar saja. Sayapun setuju dengan anggapan tersebut, karena menurut saya pacaran sah-sah saja jika masih dalam batasnya.

Istilah pacaran pun tidak bisa lepas dari kehidupan remaja masa kini, mulai dari siswa/siswi SMP sampai SMA, bahkan ada saja yang sejak SD mereka sudah mengenal kata “pacaran”, walaupun memiliki tanggapan yang tentu saja berbeda dengan siswa/siswi SMP maupun SMA. Kata “tidak bisa lepas dari kehidupan remaja” itulah merupakan salah satu ciri remaja yang menonjol, yaitu rasa kagum kepada lawan jenisnya yang disertai dengan rasa penasaran yang selanjutnya rasa ingin memiliki. Hal tersebutlah yang mendorong orang untuk lebih mengetahui seseorang yang ia suka, lalu melakukan pendekatan untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan, dan setelah itu keduanya berpacaran. 

Kata pacaran dapat diartikan dalam beberapa pengertian, tetapi intinya adalah jalinan yang lebih dari sekedar teman ataupun sahabat antara dua lawan jenis yang berbeda. Cara pacaran setiap remaja pun berbeda, ada yang hanya sekedar telepon, SMS (Short Massege Service) atau chat, lebih mendekatkan silaturrahmi dan menyatukan dua pribadi yang berbeda, sehingga secara tidak langsung kita pun akan belajar agar lebih dewasa.

Dikalangan remaja saat ini, pacaran sudah menjadi identitas yang dibanggakan. Biasanya seorang remaja akan merasa bangga dan percaya diri jika sudah memiliki pacar. Namun sebaliknya, ada beberapa remaja yang beranggapan, jika remaja yang belum memliki pacar mereka akan dianggap tidak gaul atau tidak bisa mengikuti zaman. Namun saya tidak setuju dengan pendapat tersebut, karena menurut saya, masalah pacaran adalah masalah pribadi bagi setiap orang, namun saat ini pacaran sudah menjadi kebutuhan sosiologis bagi setiap remaja. Maka tidaklah heran, jika saat ini mayoritas anak remaja sudah memilik pacar.

Jadi bagaimana pandangan Islam mengenai hal tersebut? Banyak orang yang berpendapat bahwa pacaran dalam islam itu tidak ada. Memang benar, Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berpacaran, karena pacaran akan membawa kepada perzinahan, dimana zinah adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu jangan mendekati zinah, apalagi sampai melakukan zinah, mengapa demikian? Karena biasanya orang yang berzinah itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti: saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zinah yang terkutuk.

Lalu bolehkah remaja yang beragama Islam berpacaran? tentu saja banyak pendapat untuk jawaban dari pertanyaan tersebut. Walaupun sudah jelas, bahwa Islam tidak megajarkan umatnya untuk berpacaran, menurut seseorang, dia menganggap bahwa pacaran sah-sah saja selama masih dalam batas wajar dan tidak melanggar ajaran Islam dan pacaran yang dimaksud disini hanya sebagai tempat bertukar pikiran, silaturrahmi dan hal positif lainnya.

Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Islam hanya mengenalkan istilah “khitbah” (meminang). Ketika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah, keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu dan melakukan hal selayaknya suami istri.

Ada perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah. Pacaran tidak selamanya berkaitan dengan perencanaan pernikahan, sedangkan khitbah merupakan tahapan untuk menuju pernikahan. Persamaan keduanya merupakan hubungan yang lebih dekat antara dua makhluk Allah yang berlainan jenis yang  tidak dalam ikatan pernikahan.

Dari sisi persamaannya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara pacaran dan khitbah. Keduanya akan terkait dengan bagaimana orang mempraktikkannya. Jika selama masa khitbah, pergaulan antara laki-laki dan perempuan melanggar batas-batas yang telah ditentukan Islam, maka itu pun HARAM. Demikian juga pacaran, jika orang dalam berpacarannya melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam, maka hal itu pun HARAM.

Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak dimaksudkan untuk menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat, apakah hukumnya haram? Tentu TIDAK, karena rasa cinta adalah fitrah yang diberikan allah, sebagaimana dalam firman-Nya berikut:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia baik pada laki-laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, manusia bisa hidup berpasang-pasangan. Adanya pernikahan tentu harus didahului rasa cinta.
Seandainya tidak ada cinta, pasti tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga. Seperti halnya hewan, mereka memiliki insting seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga setiap kali bisa berganti pasangan.
Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan syariat Islam. Karena tidak ada satu pun ayat atau hadist yang secara eksplisit atau implisit melarangnya. Islam hanya memberikan batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.

Di antara batasan-batasan tersebut ialah:

1.     Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zinah
Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina:h sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada perbuatan zinah. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2.      Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya
Rasulullah SAW bersabda, "Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya)."

3.      Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
Dilarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan. Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan." (HR. Ahmad).

4.      Harus menjaga mata atau pandangan Sebab mata kuncinya hati
Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zinah. Oleh karena itu Allah berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka. Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka." (QS. An-Nur: 30-31).
Yang dimaksudkan menundukan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan nafsu.

5.      Menutup aurat
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadist dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai "make up" dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi masuk surga) (HR).

Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran sah-sah saja. Tetapi persoalannya, mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau mungkin, silahkan berpacaran. Tetapi kalau tidak mungkin, maka jangan sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.



Thanks to :


 

Life In Love Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review